hero

Pemkot Surabaya Gandeng Kitakyushu Sediakan Air Siap Minum

Pemerintahan Kota ( Pemkot) Surabaya terus bersinergi dengan berbagai pihak terutama dalam bidang memajukan usaha kecil menengah atau biasa disebut UMKM.
    Kali ini dengan menggandeng Pemkot KItakyushu, Jepang. Pemkot Surabaya berencana meningkatkan penyediaan air bersih berkualitas siap minum. Tujuannya, membuat mekanisme penyediaan air minum yang aman dan murah.
    Sebelumnya, selama 2 tahun Pemkot Kitakyushu melalui JICA ( Japan International Cooperational Agency) dan Isikawa Egineering melakukan penelitian tentang kualitas air minum yang dikelola pemerintah daerah.
    Di ruang rapat Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya, Kamis (14/11) dilakukan penyampaian serta hibah  mesin penjernih air yang mampu mengolah air ledeng menajdi air minum.
    Cara kerja mesin yang memiliki panjang 1,2 meter dan memiliki lebar 1,1 meter  ini adalah, airr yang sebelumnya ditampung dalm tandon kemudian dipindahkan ke dalam tabung di dalam mesin dan disinari sinar UV untuk membunuh bakteri.
    Setelah itu, dipindahkan ke tabung berisi karbon aktif yang berasal dari arang tempurung kelapa. Karbon aktif tersebut berguna untuk menyerap rasa, warna dan menyaring kotoran. Setelah itu air dari saringan karbon aktif tersebut di sinari lagi dengan sinar uv dan siap untuk diminum.
     Kepala Divisi Strategi Lingkungan Internasional kota kitakyushu Mr.Shinichi Agatha menjelaskan alat yang mampu mengolah air ledeng menjadi air siap minum 300 liter per jam tersebut merupakan upaya untuk turut menciptakan Kota Surabaya sebagai Green City.
    Sebelumnya Ogata  menceritakan Bagaimana  Teluk Dokai di Kitaksyushu pada tahun 1950 tercemar limbah pabrik dan limbah rumah tangga. "Kami Pemkot Kitakyusu tiap harinya melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu rumah tangga terkait pencemaran yang terjadi.
    Semakin lama, mereka tersadar dan tempat terjadi protes terhadap pabrik yang tidak melakukan pengelolaan limbah. Peran dari para ibu ini juga membantu terjaganya kebersihan air di kitakyushu. Saya harap ibu-ibu yang tergabung di KSU Sarinah juga bisa melakukan apa yang dilakukan ibu rumah tangga kata yang ditemani seorang penerjemah.
     Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya Hadi Mulyono, mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin selama 2 tahun ini.  Ia merasa bantuan dari berbagai stakeholder mampu turut memajukan Kota Surabaya tak hanya di bidang lingkungan namun juga di bidang ekonomi
    "Setelah diadakan penelitian dari Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup air olahan KSU Sarinah ternyata memiliki standar yang cukup baik untuk air minum dan tak kalah dengan air minum dalam kemasan yang dijual di pasaran dengan cara ini KSU Sarinah bisa mendapatkan income dari memproduksi dan memasarkan air minum dalam kemasan produksi mereka sendiri," tegas Hadi Mulyono

Ms Katoka Yatsuka dari instite Global Enviromental Strategies menambahkan apa yang dilakukan Di KSU Sakinah ini adalah produksi pengolahan air dengan skala kecil. Harapannya kerjasama ini akan di gelar, sebab dia menilai Kota Surabaya merupakan Sister City dengan Kota kitakyushu.

"Harapannya, air produksi KSU ini dapat dikonsumsi setiap hari, tak hanya oleh KSU Skinah, namun juga seluruh warga Kota Surabaya. Ini merupakan salah satu upaya membantu produksi air minum Kota Surabaya. secara mandiri," imbuh Katoka.

ketua KSU Sarinah Arien Suryati mengungkapkan, Inovasi seperti ini sudah ditunggu oleh pihaknya sejak lama. Harapannya inovasi ini dapat turut mendongkrak preekonomian di KSU Sarinah.

" Nantinya,hasil olahan air ini akan dijual sebagai air minum dalam kemasan 600 ml dan dijual seharga Rp2.000 untuk yang 1,5 liter dijual seharga Rp 4.000 dan untuk kemasan galon akan dijual seharga Rp 8-9 ribu," imbuh Arien