hero

Keren, Museum ‘Rumah Air Surabaya’ Ada di Cagar Budaya PDAM Basra

Sumber Berita : detik.com

Rumah Air Surabaya

Surabaya - Gedung aset Pemkot Surabaya yang di kelola PDAM Surya Sembada
di Jalan Basuki Rahmat (Basra) setiap harinya hanya terlihat tangki air yang terparkir.
Tidak tampak kesibukan di gedung yang berdiri di lahan seluas 3.796 meter persegi.

Pengamatan detik.com, diataslahan itu berdiri dua gedung.
Gedung sisi selatan merupakan bangunan kuno, peninggalan Belanda.
Bangun ini didirikan sekitar tahun 1650-an. Bangunan ini pada zaman itu
Markas Badan Keselamatan Rakyat (BKR) dibawah pimpinan Sungkono.

Untuk menguatkan bangunan tersebut memiliki nilai dan cerita sejarah,
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan kebijakan pro sejarah.
Surat Keputusan (SK) Nomor 188.45/232/436.1.2/2015 tanggal 23 September 2015,
yang menyatakan gedung di Jalan Basuki Rahmat 119-121 Surabaya
merupakan Bangunan Cagar Budaya diterbitkan.

Plat logam berwarna kuning keemasan juga telah dipasang
di dinding depan bangunan yang berada diseberang Bumi Hotel Surabaya.
Di bagian depan, tepat dibawah Jembatan Penyeberangan Orang (PJO)
terdapat semacam monumen kecil yang dijadikan tetenger.

Isi plakat tersebut adalah “Kantor PDAM Jalan Basuki Rahmat 119-121.
Bangunan ini didirikan sekitar tahun 1950-an. Bangunan ini dulunya
merupakan eks Markas Badan Keselamatan Rakyat (BKR) dibawah pimpinan Sungkono,
markas terus berpindah ke Jalan Jimerto 25, Kaliasin 30 kemudian di Pregolan 2-4,
terkena bom dari udara selanjutnya pindah ke Carpentierstraat (Jalan Suropati)
akhirnya keluar kota menjadi Markas Pertahanan Surabaya.

Bangunan Cagar Budaya sesuai SK Wali Kota No 188.45/232/436.1.2/2015
tanggal 23 September 2015. Pemerintah Kota Surabaya”.
“Surabaya sebagai Kota Pahlawan tentunya cagar budaya ini wajib dilestarikan sampai kapanpun,”
kata Sekretaris Perusahaan PDAM Surya Sembada Sayid M.Iqbal saat ditemui detik.com dikantornya,
Selasa (10/1/2017) malam.

Ia menjelaskan setelah kantor PDAM pindah ke Jalan Prof Dr. Moestopo,
bangunan di Basra tersebut tetap menjadi bagian asetnya.
Selain akan dimanfaatkan sebagai training center,
gedung yang memiliki nilai sejarah itu akan dimanfaatkan untuk
pusat edukasi tentang air dan lingkungan, termasuk perjalanan PDAM dari masa ke masa.
Dan sehari-harinya dikantor lama ini dimanfaatkan juga untuk depo truk tangki air.

“Sudah disiapkan semacam museum, namanya Rumah Air Surabaya.
Sekarang persiapannya sudah 80% lebih, “ Katanya.

Isi ‘ Rumah Air Surabaya’ cukup beragam. Diruangan yang sudah di desain keren itu,
kata dia, diharapkan akan mampu memberikan pengetahuan bagi masyarakat atupun traveller
yang ingin mencari wisata pendidikan lingkungan.

“ Ada pompa air jaman Belanda dari Umbulan, peralatan kuno hingga kota Surabaya
edisi lawas,” Ungkpanya.

Museum ‘Rumah Air Surabaya’ yang di klaim pertama di Indonesia ini
belum di buka untuk umum karena masih harus melakukan tahap finishing.
“Warga Surabaya harap bersabar sebentar, doakan bisa di buka dalam waktu dekat ini,
“Kata dia yang didampingi kabag hukum PDAM Surabaya M Rizky.

Bagi Iqbal, wisat edukasi ke Rumah Air Surabaya juga akan mendapatkan nilai lebih.
Karena banguna yang masuk cagar wisata ini bisa memberikan wawasan tentang perjuangan
dan nasionalisme bagi generasi muda.

“Kan kita harus bangga bila masih bisa melihat bangunan saksi perjuangan di masa lalu.
Silahkan nantinya berfoto selfie dan sekaligus kampanye mencintai cagar budaya,” Katanya.

Sayangnya, bangunan cagar budaya tersebut saat ini sedang dilanda sengketa perebutan kemilikan.
Bahkan upaya PDAM Surya Sembada mempertahankan dalam sidang di Pengadilan Negri Surabaya gagal.
Majelis hakim menetapkan gugatan perdata yang dimenangkan
oleh Hanny Layantara hingga di tingkat kasasi.

Sebelumnya, Pengadilan Negri Surabaya mengeluarkan Penetapan Eksekusi
Nomor 93/EKS/2013/PN.SBY jo Nomor 679/Pdt.G/2006/PN.Sby tanggal 25 November 2013,
dengan isi penetapannya mengabulkan permohonan eksekusi yang di ajukan oleh Hanny Layantara.
PDAM Surya Sembada pun melayangkan permohonan perlawanan eksekusi
terhadap penetapan eksekusi tersebut.
Namun, menolak perlawanan eksekusi.(roi/ugik)