hero

Awas, Petugas PDAM Gadungan

Sumber Berita : Jawa Pos

Awas, Petugas PDAM Gadungan
Berdalih Cek Meter Air, Sikat Ratusan Juta Rupiah

SURABAYA – Jangan mudah percaya jika ada orang yang datang dan mengaku-aku petugas PDAM. Sebab, belakangan ini sedang marak aksi penipuan dengan menyaru petugas PDAM. Selama sebulan ini, setidaknya tiga orang menjadi korban.

Christianto Wiyono adalah salah seorang yang nyaris menjadi korban. Warga Petemon II Nomor 109 itu bercerita, Jumat lalu (10/11) rumahnya didatangi dua orang tak dikenal. ”Mereka ngakunya orang PDAM. Saat itu, yang membukakan gerbang pembantu saya,” ucapnya.

Salah seorang langsung menuju ke arah keran di pojok kanan halaman rumah. ”Dia bilang, begini lho caranya membuka keran,” lanjutnya. Dia lantas mengajak sang pembantu rumah tangga itu mengobrol. Rupanya, obrolan tersebut bertujuan mengalihkan perhatian. Sebab, pintu gerbang masih terbuka.

Saat itulah satu orang lainnya masuk ke dalam rumah. ”Orang yang masuk rumah itu memakai jaket abu-abu dan topi,” jelas Christianto. Petugas PDAM gadungan tersebut bahkan hendak masuk ke dalam kamar. Kebetulan, saat itu Christianto sedang tidur di kamar tersebut. Begitu mendengar suara pintu terbuka, dia terbangun. Melihat Christianto bangun, orang tak dikenal itu menutup pintu kamar, lalu pergi. Beruntung, tidak ada barang berharga maupun uang yang hilang.

Menurut dia, dua hari setelah insiden itu, rumah nomor 9 juga disatroni beberapa orang yang mengaku petugas PLN. Info yang beredar, pemilik rumah mengalami kerugian materi cukup besar. Jawa Pos sempat mendatangi rumah yang masih berada di kawasan Petemon itu. Rumah bercat krem tersebut milik Atak Hadi Utomo.

Kepada polisi, Atak mengaku kehilangan barang-barang berharga dan uang tunai. Total nilainya ditaksir Rp 50 juta. ”Kejadiannya Minggu pagi (12/11),” terang Kanitreskrim Polsek Sawahan AKP Haryoko Widhi.

Haryoko menuturkan, saat itu ada empat orang tidak dikenal yang mendatangi rumah korban. Satu orang mengaku petugas PLN. Korban lantas diajak mengecek meteran dan instalasi listrik. Satu orang masuk rumah dan dua orang berjaga di luar pagar.

Kasus di Petemon bukan yang paling besar. Lim Maria Viany Liman, warga Lebak Jaya III, Tambaksari, malah kebobolan Rp 150 juta. Pencurian oleh petugas PDAM gadungan itu terjadi pada 31 Oktober lalu.

Ceritanya hampir sama dengan versi Christianto dan Atak. Dua pelaku berbagi peran. Satu orang pura-pura mengecek meter air dan satu orang lagi masuk rumah saat perhatian Maria teralihkan. Bandit lincah itu lantas mencongkel pintu lemari dengan benda mirip obeng. Dia mengambil satu kotak perhiasan berisi 10 kalung emas, 12 gelang emas bayi, empat cincin emas, dan dua berlian. Setelah beraksi, pelaku berpamitan pulang dengan sopan. Karena itu, Maria tidak menaruh curiga sama sekali. Dia baru sadar setelah dua pelaku tancap gas. (han/mir/c6/oni).

Bisa Lapor via Telepon Bebas Pulsa

Humas PDAM Ari Bimosakti menerangkan, pihaknya sedang gencar mengganti alat meter air. Tahun ini penggantian ditargetkan mencapai 80 ribu unit. Namun, hingga kini baru 50 ribu meter air yang telah diganti. Karena itu, dalam dua bulan mendatang, masih banyak meter air yang harus diganti. Kondisi itu rupanya dimanfaatkan para pencuri dengan mengaku-ngaku sebagai petugas PDAM. ”Kejadian ini bukan yang pertama. Tahun lalu ada empat kasus serupa,” ujar Bimo di kantor PDAM kemarin (13/11).

Untuk antisipasi, bulan lalu PDAM meluncurkan program aduan pelanggan melalui telepon bebas pulsa. Masyarakat diharapkan tidak ragu melapor ke nomor 08001926666 jika melihat ada kejadian mencurigakan. Sebelumnya, nomor aduan adalah 0312926666 yang berbayar.

Penggantian meter air dilakukan di sejumlah wilayah. Tahun ini petugas mengganti meter air di wilayah A. Yani, Jemur Gayungan, Jetis Baru, Jetis Kulon, Karangrejo, Ketintang, Pulo Tegalsari, Pulo Wonokromo, dan Wonokromo. Lalu, Karah, Kebonsari, Bendul Merisi, Bentul, Gadung, Gembili, Ubi, Tales, Jagir Sidomukti, dan Jagir Wonokromo. Selain itu, Pulo Wonokromo Wetan, Jagir Sidoresmo, Sidoresmo, Si- dosermo, dan Jemursari.

Penggantian meter air juga dilakukan di Kendangsari, Tenggilis, Perum Delta Permai, Prapen Indah, Rungkut Permai, Rungkut Harapan, Banyu Urip, Simorukun, Pandegiling, Wonorejo, Kedung Klinter, Kedung Turi, Simogunung, Giri Laya, Kembang Kuning, Pakis, Sukomanunggal, Lempung Sari, Manukan, Balongsari, Bibis Tama, dan sekitarnya.

Meter air harus diganti lima tahun sekali. Jika tidak diganti secara berkala, bisa terjadi dua kemungkinan. Pertama, PDAM merugi karena meteran air mencatat lebih sedikit. Kedua, pelanggan yang rugi karena catatan meter lebih besar daripada tagihan sebenarnya. (sal/c7/oni)