hero

Peran Aktif PDAM Surya Sembada sebagai Relawan PERPAMSI Untuk Gempa Bumi di Sulawesi Tengah

Sumber Berita : Humas

Gempa bumi dan tsunami bermagnitudo 7,4 skala richter (sr)  melanda kawasan Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi,  Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu. Bencana tersebut meninggalkan duka bagi warga dan seluruh warga Indonesia, empati dari masyarakat dalam maupun luar negeri berdatangan. Salah satunya dari PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) yang menginisiasi untuk mengirimkan perwakilan relawan bantek (bantuan teknis) dari berbagai PDAM yang ada di Indonesia. Pada kesempatan ini, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengirim dua relawan yaitu Bakhtiyar dan Mochamad Novan Indarto. Kedua perwakilan ini berangkat bersama dengan para perwakilan dari PDAM Pontianak, Samarinda, Balikpapan dan Malang pada Rabu (17/10). Tim Relawan PERPAMSI ini kemudian disambut oleh PDAM Donggala setelah  menghabiskan kurang lebih 12 jam perjalanan udara dan darat.

Bantuan moril dan materil diakui telah banyak terhimpun dari seluruh Indonesia, namun kebutuhan untuk air bersih sebagai penunjang aktivitas korban bencana maupun relawan yang berkontribusi disana sangatlah kurang. Sehingga sebagai relawan PDAM selain memberikan bantuan secara langsung ada beberapa tambahan tugas pokok lainnya yaitu revitalisasi distribusi air untuk korban dan warga. Relawan yang dikirimkan melalui delegasi PERPAMSI ini mempunyai keahlian dibidang masing-masing. Dua PDAM Surya Sembada memiliki keahlian tentang mekanikal, elektrikal serta jaringan pipa.

Beberapa hal yang dilakukan oleh tim relawan adalah pemetaan DMA (district meter area) dan kerusakan pipa, pengaturan valve agar mengurangi jumlah air yang terbuang sia-sia, utamanya ke titik-titik posko pengungsi serta perbaikan IPAM kapasitas 20liter/detik, dan yang terakhir yaitu perbaikan pompa distribusi (22 kW, 3 kW, panel starter 22 kW, jaringan pipa distribusi primer-sekunder- tersier serta sambungan untuk kebutuhan posko).

Proses perbaikan ini membutuhkan lebih banyak waktu karena kondisi kerusakan yang parah serta telah tercampurnya sumber air utama dengan lumpur. Tim relawan juga memperbaiki filterasi dengan menata ulang media pasirnya, penggunaan dosis kaporit serta pengecekan hasil produksi air di laboratorium PDAM Donggala. Novan menjelaskan bahwa semua proses revitalisasi yang dilakukan oleh tim relawan dilakukan secara manual, hal ini karena tidak adanya alat penunjang yang memadahi untuk mempercepat pekerjaan. “seperti memperbaiki jaringan pipa, kita harus menggali aspal dan tanah secara manual dengan peralatan seadanya.” ujar Novan yang saat  diwawancara masih berada di Palu

Untuk mempercepat perbaikan dan pemulihan jaringan distribusi air di Palu, PDAM Surya Sembada mengirimkan beberapa alat seperti giboult diameter 4mm 28 buah, giboult diameter 6mm 50 buah dan beberapa instrumentasi panel listrik.

Saat menjalankan tugasnya  bersama dengan Tim dari PDAM Donggala yang melayani kebutuhan darurat untuk  kabupaten Donggala dan kota Palu, Novan menjelaskan jika kondisi pengungsi masih dalam keadaan trauma ditambah lagi kondisi kesehatan mulai terganggu karena kurangnya persedian air bersih. Sehingga bantuan melalui PERPAMSI khususnya dengan dukungan penuh dari beberapa PDAM, salah satunya PDAM Surya Sembada yang menurunkan bantuan material dan relawan untuk memulihkan jaringan distribusi air dan instalasi pengolahan ini membuat perkembangan lebih baik karena titik-titik  kerusakan tertangani cepat , tepat dan tuntas .

Sebagai relawan termuda dari delegasi PERPAMSI, Novan merasa bangga dapat dikirim sebagai perwakilan relawan dengan dapat memberikan bantuan secara langsung melalui perbaikan distribusi air khususnya . “Saya sangat berterimakasih kepada PDAM surya Sembada kota surabaya dan PERPAMSI telah mempercayai saya untuk menjadi relawan di Palu - Donggala, semangat saya selalu tambah dari hari ke hari karena dari pegawai PDAM Donggala walaupun beliau beliau kehilangan keluarga, rumah dan lainnya tetapi  tetap tegar dan melayani kebutuhan air bersih,” pungkasnya.