SURABAYA – Meneguhkan peran strategis air bersih perpipaan sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat, Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya kembali menggelar program Surya Sembada Mengajar pada tanggal 17 September 2026.
Bertempat di ruang kelas Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA), Direktur Utama PAM Surya Sembada Kota Surabaya, Tias Alvin Papatria, hadir secara langsung memberikan kuliah tamu bertajuk "Preventive Medicine dari Balik Keran: Memotong Rantai Penyakit Sebelum Sampai di Rumah Sakit".
Kuliah ini diikuti oleh mahasiswa kedokteran, serta dosen pengajar FK UNUSA. Dalam pemaparannya, Tias Alvin Papatria mengajak para calon dokter untuk memandang air bersih bukan sekadar kebutuhan utilitas dasar, melainkan instrumen preventive medicine (kedokteran pencegahan) berskala massal yang bertugas menghentikan laju transmisi penyakit sebelum masyarakat terpaksa mendatangi fasilitas kesehatan.
Analogi Fisiologi: IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) sebagai Jantung dan Jaringan Pipa sebagai Pembuluh Darah Kota.
Alvin mengawali paparannya dengan pendekatan medis yang akrab bagi mahasiswa kedokteran, Alvin menganalogikan sistem distribusi air minum perkotaan selayaknya sistem peredaran darah manusia.
"Jika Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang dan Ngagel diibaratkan sebagai Jantung Kota Surabaya, maka lebih dari 6.000 kilometer bentangan pipa bawah tanah adalah pembuluh darahnya. Air bersih yang mengalir di dalamnya ibarat aliran darah beroksigen dan bernutrisi tinggi yang menopang stabilitas metabolisme kehidupan 3 juta warga Surabaya. Bila pasokan hulu ini terkontaminasi atau berhenti berdenyut, seluruh organ kota berisiko kolaps," tegas Alvin.
Hingga tahun 2026, PAM Surya Sembada memproduksi air bersih mencapai total kapasitas ±12.000 liter per detik (lps) dari 7 IPAM, didukung pasokan air luar kota (SPAM Umbulan sebesar ±750 lps), 18 Rumah Pompa Distribusi, serta melayani lebih dari 640 ribu sambungan pelanggan aktif di 5 zona wilayah Surabaya.
Dokter Kuratif vs PDAM Preventif: Alvin menyoroti integrasi peran antara praktisi medis dan operator air minum perkotaan. Sektor kedokteran klinis berfokus pada ranah kuratif dan rehabilitatif pada tingkat individu pasien, sedangkan sistem penyediaan air minum bertindak sebagai pelindung komunal di ranah hulu.
Poin krusial yang digarisbawahi:
Penyakit Bawaan Air (Water-borne Diseases): Tahapan pengolahan di PDAM—mulai dari koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, hingga desinfeksi/klorinasi berstandar ketat—merupakan benteng utama pemusnah patogen penyebab kolera, demam tifoid, disentri, dan diare akut.
Korelasi Air Minum Aman dan Penurunan Stunting: Nutrisi terbaik tidak akan terserap optimal oleh tubuh balita jika saluran pencernaannya terus-menerus diserang bakteri patogen akibat mengonsumsi air sumur dangkal yang tercemar bakteri E. coli. Pasokan air perpipaan aman ke rumah tangga prasejahtera adalah kunci memutus rantai stunting Surabaya.
Nilai Kemaslahatan dan Thaharah: Khusus bagi civitas akademika UNUSA yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Alvin menggarisbawahi bahwa fondasi utama ibadah dan kesehatan lahir-batin adalah thaharah (bersuci).
PAM Surya Sembada berkomitmen memastikan air yang digunakan masyarakat memenuhi kategori air mutlak yang suci lagi menyucikan, baik secara syar'i maupun standar mikrobiologis medis.
Menatap Ancaman Masa Depan: Mikroplastik, Limbah Farmasi, dan Superbugs.
Lebih jauh, Dirut PAM Surya Sembada memantik nalar kritis mahasiswa FK UNUSA sebagai akademisi dan generasi masa depan. Tantangan air baku Sungai Surabaya kini telah bertransformasi; bukan lagi sekadar tantangan sedimentasi lumpur atau limbah organik, melainkan kontaminan baru (emerging contaminants).
"Ancaman besar masa depan kedokteran adalah resistensi antimikroba (AMR). Pembuangan sisa limbah obat-obatan domestik dan antibiotik sembarangan ke saluran air perkotaan berpotensi menjadi inkubator bagi lahirnya superbugs (bakteri yang kebal antibiotik) di dalam ekosistem sungai. Ini bukan hanya masalah teknik lingkungan, ini adalah alarm bahaya bagi dunia kedokteran," terang Alvin di hadapan audiens yang antusias.
Health Equity: Air Bersih untuk Semua, Meringankan Beban BPJS
Dari dimensi sosial-humaniora, kuliah tamu ini mengupas tuntas isu Keadilan Kesehatan (Health Equity). Warga di kawasan permukiman prasejahtera yang belum tersambung pipa PDAM kerap kali menjadi korban lingkaran kemiskinan: terpaksa membeli air jerigen dengan harga jauh lebih mahal atau terpaksa mengandalkan sumur resapan yang rawan bakteri. Akibatnya, pengeluaran keluarga terkuras untuk biaya pengobatan penyakit infeksi.
Oleh karena itu, kebijakan PAM Surya Sembada yang konsisten menghadirkan tarif sosial, master meter, dan subsidi silang bukan semata pertimbangan bisnis, melainkan investasi strategis kesehatan publik (public health investment) yang nyata-nyata meringankan beban biaya masyarakat.
Menutup sesi kuliah umum, PAM Surya Sembada membuka ruang kolaborasi konkret dengan FK UNUSA melalui dua agenda utama:
Medical Geography (Sistem Informasi Geografis Kesehatan): Mengintegrasikan data sebaran morbiditas penyakit lingkungan dari jejaring FK UNUSA/Puskesmas dengan peta kualitas jaringan perpipaan PDAM untuk memetakan klaster kerentanan wilayah di Kota Surabaya.
KKN Tematik & Pengabdian Masyarakat: Menerjunkan mahasiswa FK UNUSA ke perkampungan padat penduduk guna mengedukasi warga tentang sanitary hygiene, pemeliharaan higienitas tandon penampungan air rumah tangga, serta pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kuliah tamu diakhiri dengan pesan singkat:
"Dokter mengobati pasien, air bersih menjaga kemanusiaan. Teman-teman sejawat para calon dokter, ketika kelak Anda mengenakan jas putih dan mengalungkan stetoskop, ingatlah bahwa di luar sana ada ribuan insan PAM Surya Sembada yang berjaga 24 jam memastikan air yang mengalir ke wastafel ruang operasi dan pasien Anda tetap aman. Mari kita bergandengan tangan menjaga denyut nadi kesehatan Kota Surabaya."
Humas Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya
Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 2, Surabaya
Situs Web Resmi: www.pdam-sby.go.id
Call Center 24 Jam: 0800-192-6666 / WhatsApp: 081-2331-6666