Kerjasama Indonesia dan India untuk Penurunan Kehilangan Air

Kolaborasi Indonesia - India: Tekan Angka Kebocoran Air, PAM Surya Sembada Gandeng Perusahaan Asal India untuk Analisis Hidrolika

Kamis, 30 April 2026
Share:
Kerjasama Indonesia dan India untuk Penurunan Kehilangan Air: "Training Software Analisa Hidrolika untuk mencari Potensi Kebocoran" bekerja sama dengan SmartTerra, perusahaan teknologi asal Bangalore, India.

SURABAYA – Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka kehilangan air (Non-Revenue Water) melalui inovasi teknologi global. Berlangsung pada 20-24 April 2026, PAM Surya Sembada menggelar kegiatan strategis bertajuk "Training Software Analisa Hidrolika untuk mencari Potensi Kebocoran" bekerja sama dengan SmartTerra, perusahaan teknologi asal Bangalore, India.

Manajer Penurunan Kehilangan Air PAM Surya Sembada, Azwar Anas Reza, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah preventif sekaligus kuratif. "Dengan teknologi dari SmartTerra, kami bisa lebih presisi dalam menentukan lokasi kebocoran tanpa harus membongkar banyak titik. Analisis hidrolika membantu kami melihat anomali tekanan dan aliran secara real-time," ujar Reza.
Kegiatan ini fokus pada penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI) dan analisis data tingkat tinggi untuk memetakan titik kebocoran pada jaringan pipa hingga sambungan rumah pelanggan.

Inovasi melalui "Net City" dan "Meter City"
Kerjasama ini mengusung dua metode utama yang menjadi tulang punggung pelatihan: Net City: Analisis hidrolika mendalam untuk mendeteksi potensi kebocoran pada jaringan pipa distribusi. Meter City: Analisis data penagihan (billing analysis) guna mendeteksi potensi kerusakan meteran (meter fault) yang menyebabkan air tidak tercatat.
Pilot Project di Kawasan Babatan dan Pondok Maritim
Untuk menguji akurasi perangkat lunak tersebut, kegiatan dilakukan secara langsung di lapangan (District Meter Area) yang mencakup dua lokasi utama: DMA Babatan Mukti dan DMA Pondok Maritim. “DMA ini dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih terisolasi dengan tekanan yang cukup tinggi.” ujar Reza.

Kehadiran Ahli dari India
Pelatihan ini menghadirkan tiga pakar langsung dari SmartTerra India, yakni Arfath Malik, Ghirindaran, dan Shubu. Ketiganya memberikan pendampingan teknis kepada tim operasional PAM Surya Sembada dalam mengoperasikan software agar pemetaan kebocoran dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan di area Surabaya lainnya.
Melalui sinergi internasional ini, diharapkan efisiensi distribusi air di Surabaya meningkat secara signifikan, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal dan kerugian akibat kebocoran pipa dapat ditekan hingga level minimum.

Humas Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya